TEMU SEQUENCER HARODILIA

BOGOR , 19 JANUARI 2008

 

Pada hari Sabtu, 19 Januari 2008 bertempat di arena outbound dan kolam pemancingan Bogor Fishing Valley telah diadakan pertemuan antar sequencer Harodilia, yang notabene berasal dari daerah yang berlainan serta memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun memiliki hobi yang sama. Oleh karena perbedaan latar belakang aktifitas itulah menjadi penyebab utama tidak bisa hadirnya seluruh sequencer yang ada, karena tugas utama yang harus diembannya.

Namun demikian, meskipun baru pertama kali bertemu, secara keseluruhan acara berlangsung lancar, penuh dengan suasana keakraban dan kekeluargaan.

 

Dari kiri ke kanan : Irild (Samarinda), Ifans (Tangerang), Harkuswo (Tangerang), Nugroho (Bekasi). Sesaat ketika kami bertemu, dibuka dengan ngopi bareng sambil melontarkan goyonan-guyonan ringan yang menghidupkan suasana.

 

Ralat ... ternyata tak sekadar ngopi, karena Nugroho dan Ifan mengeluh perut melilit lantaran belum sarapan, akhirnya kami pesan juga makanan yang sedikit lebih nendang.

 

Bogor Fishing Valley, www.fishingvalley.net  Inilah tempat utama kami berkopi darat, amat nyaman dan view di sekeliling tempat ini tidak membosankan. Seloroh Ifan "Asyik banget tempatnya, ya. Coba tiap minggu kita ke sini !" he he ..... maunya tuh.

Konon tempat ini pernah beberapa kali dikunjungi pak presiden dan pejabat-pejabat penting, maupun artis-artis ibukota lainnya,  yang sengaja meluangkan waktu buat mancing dan menguji nyali di arena outbound. Hmm bukan promosi lho !

 

Disamping kami memiliki kesamaan hobi, yakni men-sequence MIDI, ternyata kami juga memiliki kesamaan hobi lainnya, yakni doyan difoto, he he ...

 

Gilirannya Irild beraksi, jemarinya lincah dan lemas menari diatas tuts keyboard. Nggak heranlah kalau doi mantan the best keyboardist di Samarinda. Saking oke permainannya saya jadi gak tahan ngliat mike nganggur.

 

"... Aku bukan pengemis ciiintaaaa ..."  ternyata Nugroho pun nggak mau kalah. Pria yang satu ini ternyata tak hanya piawai menseqeunce MIDI musik dangdut, tetapi ternyata piawai juga melantunkannya.

 

Wah hampir lupa, ternyata di sana kami tak hanya mancing dan bernyanyi-nyanyi, tapi berkesempatan pula mencicipi arena outbound. Ini saat Nugroho meluncur.  Ssstt .. doi curang tuh, suruh fotoin temen lain saat meluncur, ee .. mencet tombol kameranya salah. Gak jadi deh foto kita-kita.

 

Coba tebak siapa tuh boss yang pakai baju batik merah ? Beliaulah yang bernama Toto 212 atau Toto Keyboard. Beliau yang banyak nyumbang MIDI barat, style, lirik lagu di web Harodilia. Atas undangan Bung Toto lah kami sampai di Bogor Fishing Valley. Tak hanya itu, musisi senior ini jugalah salah satu penggagas berdirinya band papan atas, EMERALD Band. Malah sampai sekarang adik Bung Toto menjadi bassist band papan atas tersebut. Trims, maturnuwun Pak Toto. Mohon maaf kalau kedatangan geng kami merusak kenyamanannya.

Sebelum berpisah dan kembali ke lokasi masing-masing, kami sempatkan sekali lagi berpose bersama. Wah, berat sekali rasanya kami harus berpisah. Andai saja masih cukup waktu untuk bersama-sama, hiks hiks ... Tapi itulah seqeuencer Harodilia, meskipun kami tinggal tidak di satu daerah yang sama, namun kekompakan tetap kami jaga. Setiap saat kami usahakan saling berkontak, meng-syncronize-kan ide demi kepuasan para pelanggan kami.

 

Adios ! Sampai jumpa kawan-kawan tercinta pada pertemuan berikutnya. Besar harapan kita agar pada kesempatan selanjutnya kita dapat berkumpul semuanya !

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

 

Pada kesempatan yang berbeda, meskipun tanpa perencanaan matang sebelumnya, akhirnya kesampaian juga saya bertemu Pak Prima Tjandra yang lebih menekuni pembuatan style di sela-sela kesibukannya sebagai penyalur resmi alat-alat musik 'brand' Yamaha,Casio, Korg, dll. Seperti terlihat pada gambar, betapa nyamannya beraktifitas dikelilingi alat-alat musik baru dan updated tentunya,ya kan Pak Tjan??

 

 

Masih dalam topik kopdar ...

Bung Ari 'BATMAN' Siharudi nampaknya gak nahan juga pingin jumpa rekan seprofesinya, yang selama ini hanya berkontak via SMS, Email,Chatting atau via telpon saja. Alkisah pada saat harus show di  Jakarta doi bener-bener mengontak team harodilia untuk meluangkan waktu buat kopdar ala kadarnya.

Ada surprise di sini, ternyata Ari adalah sohib lamanya Indra Q, keyboardist BIP, yang juga mantan keyboardist Slank. Hmm ... jadi deh kita berempat (Har, Ifans, Ari, Indra Q) ketemuan di Grim Studio, tempat Indra melakoni aktifitas rutinnya. Pantes saja sequence-nya Ari muantap banget, pergaulannya dengan musisi kelas atas sich !!

 

 

 

Nah ... kalau ini lain cerita. Eh, tapi boleh juga kok disebut kopdar. Tapi kopdar dengan salah satu customer harodilia, namanya pak Marwansyah. Meskipun terbilang sangat padat dengan aktifitas utamanya sebagai seorang Dokter Spesilalis Kandungan, beliau juga pehobi musik berat lho. Bisa ditilik dari MIDI-MIDI yang diordernya dari harodilia. Seleranya tinggi, men !

So, pastilah P Marwan bukan hanya pendengar musik yang baik, tapi juga pemain musik yang handal, terutama piano. Bisa dibuktiin deh ... :-)

Apalagi ... istrinya adalah Mbak Nani Sugianto, pelantun tembang-tembang hits tahun 80an (kalau tidak salah).

Pak Marwan & Mbak Nani,  many thanks atas kepercayaannya.

 

__________________________________________________________________

 

 

Addie MS, salah satu tokoh musik Indonesia yang saya idolakan. Seorang composer, arranger sarat pengalaman dan begitu concern terhadap perkembangan musik klasik di tanah air. Beliau berobsesi untuk memasyarakatkan jenis musik yang konon 'high class' itu ke segenap kalangan. Tak jarang bersama Twilite Orchestra-nya, mas Addie turun langsung 'ngamen' ke lembaga-lembaga pendidikan dari TK, SD sampai Perguruan Tinggi demi mengenalkan musik klasik. Dan yang tak kalah penting, berkat motivasi beliau saya menjadi lebih bersemangat dan serius menjalani profesi saya sebagai seorang MIDI Sequencer.

 

 

Siapa yang belum kenal dengan wajah ini ?? Agus Hardiman namanya. Kalau kita suka mengamati perkembangan musik digital di Indonesia, belakangan ini namanya sering disebut-sebut lho. Sering sekali menyampaikan ceramah dan menjadi pembicara dalam seminar/talkshow seputar musik digital dan perkembangannya. Pengalaman bermusiknya buaaanyak ... menjadi addition player kelompok musik Krakatau, sebagai jingle maker, penata musik, arranger, composer, dosen, dsb. Gak percaya ?? Beli saja cd/kaset Whuadup-nya Agnes Monica. Pasti kita temukan nama Agus Hardiman di sampulnya. Selain itu, buku karangannya Cakewalk Pro Audio 8, menjadi salah satu referensi saya dalam men-sequence MIDI.

Mau tahu mas Agus Hardiman lebih banyak, silakan akses www.musiktek.com

Sssst.... kebetulan leluhur saya dan mas Agus berasal dari kota yang sama,yaitu Ambarawa, muantep dech !

 

 

Lha si cowok ganteng ini siapa ??

Namanya  K e v i n, salah satu mahasiswa Sound Design Conservatory, UPH, Tangerang. Bibit pekerja musik potensial yang bakalan berperan besar pada perkembangan industri musik tanah air di masa depan. Masih sangat muda tapi tak bisa menolak gen musik yang terwariskan dari kedua orang tuanya. Ya nggak sih,Kev ?

 

Ketiga foto di atas diambil selesai mengikuti seminar "Prospek Sound Design dalam Industri Musik, Multimedia dan Film di Indonesia", yang diselenggarakan oleh Sound Design, Conservatory of Music dari Universitas Pelita Harapan, bertempat di Goethe Haus, Menteng, Jakpus.

 

 

Pada tahun 2003 yang silam, saya pernah bereksperimen membuat album lagu rohani. Kenapa saya sebut eksperimen ? karena dari semua musik yang ada adalah MIDI file. Namun tentu saja semua saya sequence dan aransemen sendiri. Kebetulan juga 9 dari 12 lagu pada album itu saya gubah sendiri. Bukan serakah, Men ! tapi karena waktu itu berburu dengan waktu dan alasan teknik semata. Eh iya, meskipun sengaja saya kemas pakai musik MIDI, tapi saya ingin ada sesuatu yang lain di musik saya. Akhirnya saya melibatkan Saxophonis handal Didiek SSS (yang juga adik Alm Embong Rahadjo), untuk memberi sentuhan-sentuhan kecil/fill in pada musik saya. Alhasil, begitu selesai semua lebih dari yang saya harapkan. Musik 'MIDI' yang tadi terkesan kering kini menjadi 'basah' dan uenak sekali dinikmati. Trims mas Didiek, salam saya buat Mbak Claudine dan Calista :-)

 

 

"...aku memang pencinta wanita .... tapi aku buka buaya ..."

Kurang lebih itulah sepenggal lyric lagu yang pernah di'hits'kannya. Masih muda, ganteng, ngetop, penuh potensi dan ... punya partner yang rupawan pula. Hmm siapa generasi sebaya yang tidak iri padanya.

Itu mereka, Irwansyah & Acha Septriasa, bintang pemain watak yang sekaligus mahir juga dalam hal tarik suara.

Thanks young friend, merdu alunan suaramu telah memperkaya koleksi karya MIDI ku.

 

 

Kalau tidak rajin mengamati sekelompok bigband yang mengiringi sebuah pergelaran-pergelaran musikal penting di TV, tentulah kita sulit mengenal siapa beliau. Pekerja balik layar, itu salah satu sebutannya. Dian HP, bukan hanya seorang keyboardis andal maupun konduktor bigband. Tapi rajin juga mengaransemen dan menulis lagu. Banyak sekai lagu menjadi hits berkat tangan dinginnya.Selain itu beliau juga mengelola sebuah lembaga pendidikan musik ternama di bilangan Fatmawati, Jakarta.