![]()
PROFILE
Group Name
DIDIE'S MUSIC
Leader / Music Director
Faustinus Didiek Prasetya ( Didiek Buntung )
Ex
: ISI (Institute Music Of Jogjakarta)
Majoring in Classical Music
Manager
Lucia Arry Widayanti ( Lucy )
Ex : Sanata Dharma Jogjakarta, Majoring in English
Address
Jl. Parasamnya IV E 78
Ungaran, Semarang
Jawa Tengah
Indonesia
Phone +6224-6922581
Or
Glodogan
Harjosari, Bawen, Semarang
Jawa Tengah
Indonesia
Phone +62298-521218
Cellphone : +628156618913

Our experience in music performance / Live Concert (Dangdut and Campursari)
2003 - TMII Jakarta Show, Indosiar TV - Kolaborasi Wayang
2004 - TVRI Semarang
2005
· Sosialisasi Resik-Resik Kutha Pemkot Semarang -- TV lokal
· Pengiring Tetap KDD ( Kontes Dangdut Djarum )
· Suara Praja -- TVRI
· Lokal Show campursari, dangdut,solo organ dll
Music Instruments used by Campursari :
1. Saron 2
2. Demung 2
3. Gender 2
4. Kendang Jaipong 1
5. Kendang Jawa 1
6. Kendang Dangdut 1
7. Bass 1
8. Gitar 1
9. Keyboard Melody 1
10. Keybord Rhythm 1
11. Suling / Flute 1
12.
Drum 1
13. Okulele 1
14. Siter 1
Music Instruments used by Dangdut :
1. Keyboard Melody 1
2. Keybord Rhythm 1
3. Bass 1
4. Gitar 1
5. Drum 1
6. Suling (Bamboo Flute)
7. Tamborine 1
Total performer of Campursari &- Dangdut : 14 person (male)
Vocalist : 5 persons ( male & female )
Master Of Ceremony speaking Javanesse : 1 person (male)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
NEWS ARTICLE COMPILATION (From Local Newspaper)
Kibordis BUNTUNG Didie' Music
Bagi para seniman & budayawan lokal Semarang, nama DIDIE' BUNTUNG sudah tak asing lagi terdengar. Pemusik berbakat yang bernama lengkap Faustinus Didie Prasetya sudah lama berkecimpung di dunia seni musik. Didie yang pernah mengenyam bangku kuliah di ISI Jogjakarta jurusan seni musik masuk tahun 1995, mampu membuat berbagai grup musik beraliran Pop, Rock, Keroncong, Dangdut maupun Campursari.
Bermula dari hobby Didie yang selalu sukses membuat pementasan tembang kenangan akhir tahun di Kabupaten Semarang, pernah membentuk kelompok music rock dengan nama ICU ( salatiga) yang akhirnya bubar tak kenal patah semangat dengan kegagalan. Konsep ' khas ' paduan suara gereja pun digarapnya dengan tekun. Tak heran jika sudah banyak buah karya lagu dan arrangement sentuhannya baik bernuansa musik rohani gereja maupun musik sekuler beraliran pop rock, klasik, keroncong, langgam dan campur sari dibuatnya.
Pemain keyboard yang memiliki hanya ibu jari di tangan kirinya konon sangat piawai memainkan gitar. Meski telah kehilangan beberapa jari tangan kirinya karena kecelakaan th 1997, jiwa musik yang menggelora di hatinya tak pernah menghalangi semangatnya untuk tetap menuangkan ekspresi senimusiknya. Jari tangan Didie sangat lincah dengan permainan keyboardnya yang khas dan mengalun tebal. Nama Didie Buntung sampai saat ini tetap melekat di hati penggemar grup musik campursari Irama Manunggal , maupun para penikmat solo organ di berbagai event di kota maupun Kabupaten.
Beberapa waktu lalu Didie' Music terlibat sebagai pengiring tetap KDD ( Kontes Dangdut Djarum ) bekerja sama dengan Suara Merdeka, Pemkot Kota Semarang dan New Exi Production selama beberapa kali periode pementasan dan berakhir di malam Final KDD pada hari Senin 6 Juni 2005 di Lapangan Simapang Lima Semarang. " Kami ingin mengembangkan performa dengan menggarap bukan hanya musik dangdut saja, namun juga ke semua aliran musik", kata Didie leader grup Didie' Music. " Terus terang kami sangat terobsesi dan kagum dengan nama besar seperti Purwatjaraka maupun Erwin Gutawa" imbuhnya